Percakapan Seorang Ibu
Suatu waktu ada seorang Ibu lagi masak ikan. Sudah 2 jam lamanya masak, tapi belum selesai juga. Si Ibu nampaknya sudah mulai bosan bercampur kesal. Tiba-tiba ada anaknya yang selalu bertanya. Anaknya itu sebagai sasaran kekesalan si Ibu.Anak : "Lagi Ngapain Bu..??"
Ibu : "Lo kagak liat?? Gue lagi masak, goblokk..!!"
Anak : "Emang udah selesai bu..??"
Ibu : "Belom Goblok...!! Brisik!! Banyak bacot Lo..!!"
Anak : "Emang.. masak pakek apa bu..?"
Ibu : "Yaa pakek kompor , Goblok..!!"
Anak : "Pantesan gak selesai-selesai Bu.. coba aja pake kayu bakar terus isi di kompor..”
Ibu : "Ah... emang bisa..?"
Anak : "Ya gak bisa lah.. Goblok..!!" (sambil kaburrrr..!! )
Ibu sangat kaget dan baru pertama kalinya digoblok-goblokin sama anak kecil, si Ibu kena serangan jantung dan langsung meninggal ... Datanglah sang malaikat, trus ia bertanya:
Malaikat : "Ibu, waktu di dunia punya agama ga??"
Ibu : "Goblok lo,,,Ya punya lah.!!!.
Malaikat : “Ibu .. tolong jawab yang sopan ya, bisa aja Ibu bisa hidup dan balik ke dunia”
Ibu : "Lho... emang bisa..?"
Malaikat : " Goblok ,,Ya gak bisa lah...!! " Dan akhirnya seorang Ibu itu tidak bisa ngomong lagi karena kesalahan mulutnya selalu kasar, dan omongan-omongannya selalu di ikuti.
Hakim yang dibakar
Di Suatu minggu pagi yang cerah tapi mendung. Ada seorang anak, sebut saja si otong. dia sedang membaca koran dan ditemani oleh ayahnya. Tiba tiba si otong berbicara kepada ayahnya."yah, kalau membakar hutan itu tidak mengurangi jumlah hutan ya?". "memangnya kenapa nak?". Jawab ayah dengan bingung. Dengan santai si otong menjawab "di koran katanya membakar hutan itu tidak akan mengurangi jumlah hutan di Indonesia karena dapat ditanam lagi, jadi gak apa dong kalau membakar hakim yang mudah di suap dan membuat keputusan seenaknya kan dapat dicari lagi yang lebih baik, dan tidak mengurangi jumlah hakim di Indonesia". Sang ayah hanya terdiam dan menggelengkan kepala, dan si anak melanjutkan membaca. Dan suasana menjadi sunyi kembali.
Pakaian Robek
Pada suatu hari, Andi pergi ke sekolah dengan pakaian yang lusuh dan sudah robek. Tapi sayangnya orang tuanya tidak punya uang untuk membeli pakaian sekolah yang baru. Sesampainya di sekolah teman-temannya kemudian berbisik "eh si Andi kenapa tuh baju lusuh banget, emang dia ga punya uang apa untuk beli? Pelit amat ngeluarin uang cuma beli pakaian sekolah". "benar tuh, masa susah banget sih ngeluarin uang cuma beli pakaian doang, kayak aku dong beli baju setiap hari, aku kan banyak punya uang haha!". Si Andi merasa tersindir, dengan perkataan teman-temannya itu. Kemudian Andi membalasnya "Hei kalian yang tak tahu malu! Kalian ini sama sekali tidak bisa menghargai orang tua yang sudah bersusah payah mencari uang buat kalian, tapi kalian kenapa malah menghambur-hamburkan uang itu?". Kemudian teman andi membalasnya dengan nada yang tinggi "Justru menghambur-hamburkan uang lebih baik, daripada sok miskin, benar nggak teman teman? Aku kan anak dari anggota DPR, maklum dapat uang banyak haha! Nggak kayak kamu si miskin!". "Pantas orang tua mu bangga denganmu yang bisanya menghambur-hamburkan uang begitu saja." Si Andi berkata. Kemudian teman Andi membalasnya."Hahah, iya dong kan aku cuma beli 1 pakaian kok setiap hari buat ibuku yang pakaiannya sudah robek haha"
Potong Bebek Angsa
Di suatu sekolah pada jam pelajaran terakhir gurunya belum datang dan suasana kelas ribut seperti biasanya. Disana terdapat sekumpulan anak yang berkumpul di belakang kelas lalu. "Hey, kalian tau gak berita kemarin itu?" tanya Bagus kepada temannya. "Oh, yang di tv kemarin itu ya?" jawab Gilang. "Iya itu dah" tegas Bagus. "Oh, aku juga tau itu" jawab Anton. "Bukannya harusnya dia di penjara itu!". "Malah dibebasin gitu aja, seharusnya dia dihukum di penjara!" tegas Bagas. "Iya harusnya dia dihukun bukan di penjara." tegas Anton. "Benar itu, seperti di Arab mereka yang melanggar dihukum tangannya di potong" jawab Gilang. "Bukan hanya di Arab, di China juga mereka yang melanggar yang sudah mendapat hukuman berat yaitu kepala mereka dipotong!" jawab Anton dengan jelas. "Terus di Indonesia?" tanya Bagus.Tiba-tiba temannya datang dan menjawab sambil bernyanyi "Potong bebek angsa, angsa di kuali, kalo masuk penjara tinggal di bayar saja, suap hakimnya, suap saksinya lalalalalalala bebas sudah."
Lalu mereka pun tertawa mendengar nyanyian Andika. Tiba-tiba bel pulang pun berbunyi yang menandakan pelajaran telah selesai dan akhirnya selesai tertawa mereka pulang bersama-sama.